.

Minggu, 22 Maret 2015

Ujian adalah Kebaikan bagi Kita

SEORANG Raja menempatkan sebongkah batu besar di tengah jalan. Raja itu kemudian bersembunyi di suatu tempat. Ia ingin melihat apakah ada orang yang mau memindahkan batu tersebut.
Sudah beberapa orang lewat, belum satu pun yang mau menyingkirkan batu tersebut. Mereka justru memaki tanpa berinisiatif memindahkannya. Raja terus memerhatikan di balik tempat persembunyiannya dan ia masih menunggu apakah ada orang yang mau mendorong batu itu ke tepi.
Kemudian, datanglah seorang petani yang menggendong sayuran. Ketika semakin dekat, petani itu meletakkan sayur bawaannya untuk mencoba memindahkan batu itu ke pinggir jalan. Dengan susah payah akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.


Ketika si petani mengangkat kembali sayurannya dan melanjutkan perjalanannya, ia baru melihat bahwa di tempat batu tadi ada sebuah kantung yang berisi koin emas dan selembar surat dari raja. Dalam surat itu, tertulis sebuah kalimat, “Emas itu hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu besar dari jalan.”
Kisah sederhana di atas memberi kita sebuah pelajaran, bahwa dalam setiap ujian, kesulitan dan rintangan terselip manfaat dan kebaikan. “Dan kami uji mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran.” (TQS. Al-A’raf: 168)
Ibnu Jarir menjelaskan ayat tersebut dalam salah satu karyanya, “Kami menguji mereka dengan kemudahan dalam menjalani hidup, bahagia di dunia, keluasan rezeki, dan itu semua merupakan kebaikan yang disebutkan Allah. Kami pun menguji dengan keburukan, yaitu dengan kesulitan, kerasnya hidup, musibah, dan kerugian dalam harta agar mereka kembali taat kepada Tuhan mereka dan kembali kepada-Nya, dan mereka bertobat atas segala maksiat kepada-Nya.”
Dalam penjelasan diatas, bahwa ujian bukan hanya kesusahan. Tetapi beberapa kemudahan dalam hidup juga termasuk di dalamnya. Apa pun bentuk ujian yang menimpa kita maka haruslah menjadikan diri kita lebih dekat kepada Allah SWT. Segala sesuatu yang mendekatkan kita kepada Allah baik itu hal yang membahagiakan atau menyusahkan adalah kebaikan bagi kita.
“Barangsiapa yang dikendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian kepadanya,” (HR. Bukhori)
Semua ujian yang datang pada kita adalah wujud cinta-Nya Allah kepada kita. Ujian adalah jalan Allah untuk memberikan kebaikan kepada kita. Jika ujian tersebut membuat diri kita menjadi ingat kepada-Nya maka kita patut bersyukur karena Allah telah memberi hidayah lewatnya. Wallohu’alam

Sumber : Islampos

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Feature 3

Feature 2

Popular Posts