.

Kamis, 12 Maret 2015

Jilbab Syar’i, Jalan Pendakian Menuju Surga

SAAT sebuah kata kau dengar dariNya, manusia. apakah engkau merindukan surga? Tak banyak yang menapik bahwa engkau teramat sering mengharapkan dan mendamba bahwa engkau ingin bersinggah di tempat yang sering kau sebut-sebut dalam setiap luahan do’amu, surga.
Surga, pesonanya memikat milyaran jiwa yang hidup. Ada jiwa yang berusaha tanpa henti dan berjuang keras, ada pula yang jatuh bangun untuk mendapatkannya. Tapi, adapula jiwa yang rapuh dan mudah putus asa, sehingga membiarkan dirinya tenggelam dalam genangan dosa. Mengapa bisa terjadi? tak jarang banyak jiwa yang memandang lemah, merasa jalan ke surga itu sulit, melelahkan serta banyak rintangan dan mustahil untuk dilalui.
Wahai jiwa yang lemah, saat kau hampir putus asa, atau telah berputus asa. Adakah gerangan jiwamu tuk membangkitkan hati nurani dalam jiwamu? dan adakah engkau perlahan mencoba tuk berusaha merubah jalan takdirmu, menuju jalan ketaqwaan. bukankah engkau merindukan surga?
Saat kau benar merindukan surga, aku hanya ingin menguntai cinta dalam secarik tulisan ini. khususmu, wahai engkau  muslimah. betapa banyak hal yang ingin ku sampaikan.
Muslimah, adakah kau ingat saat dahulu kaummu hidup dalam kesengsaraan. saat semua orang membenci kelahiran anak perempuan sepertimu. Semua ingat masa-masa itu… penuh kebencian! Kau dikubur hidup-hidup saat kau baru membuka pertama kali matamu ke dunia. Ingatkah? itulah saat masa jahiliyah itu. Namun ingatkah, saat Islam datang membawa pesonanya mengubah paradigma masa jahiliyah.
Seorang wanita dan kaum perempuan memperoleh berbagai kemuliaan, penghargaan, penghormatan dan perlindungan  secara fulltime dan sangat sempurna. Jangan kau coba menapik ini. Salah satu bukti nyata dari tingginya perhatian Islam terhadap engkau adanya perintah berjilbab. Islam memandang jauh dari sekedar pikiranmu yang terbatas terhadap dirimu sendiri. Hakikatnya, perintah itu tuk melindungimu.
Bukankah berjilbab merupakan kewajiban yang ditaklifkan (dibebankan) kepada seorang wanita muslim? Setiap muslimah
Di bawah pesona Islam yang indah ada maksud yang begitu mulia, agar wanita terjaga dari pandangan kaum pria yang fasik dan mulut kotor orang-orang yang acuh akan titah-Nya. Ingatlah hal  ini, hal yang tidak mudah bagi kaum laki-laki sepertiku untuk menguasai diri ketika berhadapan langsung dengan kecantikan mu yang memukau. Dan engkau membiarkan dengan sengaja mengumbar keelokan tubuhmu secara terbuka dihadapan pasang mata laki-laki sepertiku. Jangan engkau biarkan laki-laki seperti kami melakukan yang tak sebenarnya ingin kami lakukan. Jagalah!











Sekali lagi, ingat hakikatnya Islam ingin mengangkat kehormatan dan martabat wanita. Dalam Islam, jilbab merupakan proteksi bagi wanita, bukan merupakan suatu bentuk pengekangan. Adakah alasan lain yang menghambatmu tidak berjilbab? alasan karena khawatir aura kecantikanmu memudar? Tidak! Sesekali tidak, jilbab tak akan akan menghilangkan aura kewanitaan dan kecaatikan muslimah. Sebaliknya Justru kian memperkuat status kewanitaan mu sebagai seseorang muslimah.
Engkau tahu berjilbab adalah sebuah kewajiban seorang wanita muslim, tapi kenapa engkau masih acuh akan perintah dari-Nya? Engkau enggan untuk berjilbab dengan dalih tapi… tapi… Sampai kapan engkau akan seperti itu? atau engkau sedang menunggu sampai ada seseorang yang menutupi tubuh auratmu dengan kain putih, kafan? adakah jaminan mu hidup esok hari dan engkau masih menggu dan terus menunggu sampai engkau tua nanti?
Jangan buat dirimu menjadi diri yang sombong, seolah engkau adalah pemilik kehidupan dan engkau merasa tahu kapan engkau masih hidup. sehingga engkau lalaikan perintah dariNya. bukankah engkau merindukan surga dariNya? Saat yang lain masih acuh, engkau harus mulai berbeda dan membuka mata. Ingat, surga hanya diperuntukan bagi mereka yang taat akan perintah darinya dan salah satu pendakian menuju surgaNya adalah saat engkau berani mengambil keputusan untuk berjilbab.
Ayo mari berjilbab syar’i! []
wajib mengenakan jilbab yang menutupi anggota tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

Sumber : Islampos

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Feature 3

Feature 2

Popular Posts