.

Kamis, 05 Maret 2015

Pacaran Berbungkus Khitbah



KENYATAAN yang terjadi dewasa ini, kehidupan remaja sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan yang namanya “pacaran”. Kata ini sudah tidak asing lagi di kalangan remaja bahkan setingkat anak sekolah dasarpun banyak di antara mereka yang asyik berpacaran.
Dengan gagah dan bangga mereka berperan sebagai lelaki yang tangguh di hadapan pacarnya mengungkapkan kata-kata rayuan yang membuat pasangannya melayang terbang bagaikan sang burung elang di atas awan, tidak hanya sebatas rayuan belaka. Remaja yang sedang berpacaran terkadang melakukan hal-hal yang dilarang oleh syariat, alasannya sebagai bukti cinta mereka terhadap pasangannya.
Mulai dari jalan bareng, mengobrol berduaan di tempat yang sepi, berpegangan tangan di tempat umum , bahkan lebih jauh dari apa yang kita pikirkan. Dan ironisnya ada yang sampi rela memberikan kegadisannya demi membuktikan rasa cinta kepada sang pujaan hatinya. Seperti itulah kebanyakan remaja memahami arti “pacaran” yang sudah jelas jauh dari syariat Islam.
Problem pacaran yang dihadapi remaja dewasa ini sungguh sangat menghawatirkan masa depan mereka, yang seharusnya dapat dicegah dan dihindari kini malah menjadi kebiasann yang menjamur dan disenangi remaja. Dan kesenangan yang mereka rasakan dari pacaran itu sendiri tidak sebanding dengan dampak negative yang akan mengganggu fsikologi mereka.
Contohnya banyak remaja yang mengalami depresi dan stres hanya karena putus cinta dengan pasangannya. Hubungan keluarga dan nilai akademiknya pun rusak di sebabkan pikiran dan hatinya mati terbunuh cinta semu. Pandangan mereka pun terhadap kebenaran yang hakiki (akhirat) terancam hilang oleh racun cinta yang membuat hati mereka mati.
Pada akhirnya banyak di antara remaja yang tidak tau arah pulang ke jalan yang benar sehingga terus melanjutkan pengembaraan cintanya dengan mengganti dan mencari pasangan baru tanpa mempertimbangkan akhir yang buruk dari sebuah ikatan tanpa status pernikahan itu.
Kehidupan remaja saat ini rentan dengan berbagai ancaman yang dapat merenggut pola pikir/pandangan mereka terhadap kebenaran alam akhirat sehingga di antara mereka banyak yang mengabaikan syariat Islam yang dengannya dapat mengantarkan pada kebahagiaan yang hakiki, dan mereka lebih cenderung terhadap kebahagiaan yang semu. Oleh karena itu berbagai carapun mereka tempuh demi mendapatkan kebahagiaan yang hanya bersifat fana.
Di antaranya menghalalkan pacaran untuk mengenal pasangannya, dibandingkan mengamalkan syariat Islam yang telah mengatur bagaimana seorang remaja muslim mengenal pasangan hidupnya yaitu dengan menghitbah (melamar) atas keridoan sang wali dan diteruskan dengan akad suci dalam pernikahan. Tanpa harus memerankan aktor Romeo dan Juliet dalam permainan Syaiton yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam jurang kehancuran yaitu pacaran sebelum menikah.
Namun tidak dapat dipungkiri yang namanya remaja meiliki sifat berani, kritis dan keinginan yang kuat, sehingga banyak remaja muslim yang berani memutuskan untuk berkomitmen dan menghitbah pasangan yang dipilihnya, dengan alasan agar terhindar dari pacaran yang merugikan.
Namun kurangnya ilmu dan pemahaman terhadap agama masih banyak diantara remaja muslim yang telah bertunangan, akan tetapi masih melakukan hal-hal yang dilarang dalam agama seperti jalan bareng, berpegangan tangan bahkan lebih dari itu, dengan anggapan bahwa khitbah (lamaran) telah menghalkan satu sma lain diantara pasangannya.
Sebagai remaja muslim yang taat dan merasa mampu untuk menikah, sudah seyogiannya untuk mengetahui ilmu tentang pernikahan itu sendiri sebelum berkomitmen dan memutuskan untuk menikah. Mengapa? karena banyak di antara remaja muslim yang berkomitmen untuk menikah dan melangsungkan pengkhitbahan namun hanya dibekali ilmu yang minim tentang pernikahan, akhirnya menyebabkan peluang peluang maksiat muncul di antara remaja muslim sebelum akad nikah dilangsungkan.
Oleh karena itu alangkah baiknya seorang remaja muslim mempesiapkan diri dengan matang sebelum memutuskan dan berkomitmen untuk menikah. []

Sumber : Islampos

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Feature 3

Feature 2

Popular Posts