.

Selasa, 14 April 2015



Tabayyun? Apa itu yah? Itu loh mencari kejelasan tentang sesuatu hingga benar-benar jelas keadaannya. Ketika dulu penulis belum mengenal yang ta’lim,penulis kira tabayyun adalah sejenis makanan hehehe. Tetapi buka makanan yang penulis bahas disini.

Sekarang ini adalah zaman dimana informasi selalu bergerak cepat, maksudnya apa? Berita dari sisi bumi yang satu dapat sampai kebagian bumi yang lain dengan hitungan detik,bahkan kurang dari itu, itulah dampak dari adanya kemajuan teknologi, tapi ketika kita membicarakan sisi positif sesuatu pastilah ada sisi negatifnya, tapi apakah sisi postif yang pang paling banyak atau malah kebalikannya?mari kita simak yuk sobat Cahaya Islam.

Seringkali media massa memberitakan suatu berita tanpa ada unsur tabayyun dulu, jadilah media satu dengan media yang lainnya memberikan keterangan yang berbeda tergantung segi pandang mereka masing masing.yang satu memberikan keterangan “A” dan media yang lainnya adalah “B”, parahnya lagi orang yang masih awam pun mempercayai langsung berita tersebut tanpa ada unsur tabayyun dulu, dan orang awan itupun menyebarluaskan berita itu pula,jadilah siklus masalah berantai yang tidak akan terpecahkan.

Masalah yang ditimbulkan pun bermacam-macam dari menyimpangnya dari fakta yang ada, permusuhan, pertikaian, bahkan smpai pembunuhan,, ih serem. Pertanyaan kepada diri penulis dan sobat Cahaya Islam , Sudahkah anda Tabayyun dengan berita yang ada saat ini atau tidak usah jauh jauh deh, bisakah kita bertabayyun dengan teman sendiri?

Allah befirman :

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Q.s Al-Hujurat : 6

Ditulis oleh : Muhammad Rais Fadillah
 


Dari semenjak manusia baligh  hingga ia menemui hidayah suatu hari, ia seakan bangun dari tidur nyenyak dan melihat dari kacamata syari’at bahwa dunia yang dulu ia biasa lakukan sebenarnya salah dan harus dirubah, yah itulah perubahan diri menuju lebih baik lagi.

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, bahkan manusia yang terbaik adalah para sahabat, yang sebelumnya sudah merasakan pahitnya dosa-dosa zaman jahiliyah mereka, jika kamu sadar dari kesalahan, maka bersyukurlah kepada Allah karna dengan hidayah-Nya lah kamu tersadar, tersadar dari apa? Yah tersadar dari kesalahan yang biasa kamu perbuat, kesalahan.

Pahitnya sadar dari kesalahan mengalahkan kopi yang terpahit sekalipun, tetapi anehnya ada perasaan senang dan bahagia yang membuncah tatkala itu. Maka ia mengingat dosa apa yang ia perbuat tatkla ia dikubangan dosa , matanya sering melihat yang haram, lidahnya sering berkata yang kasar dan berdusta,melaknat,sumpah palsu,menuduh, membicarakan aib sesame muslim, telinganya sering mendengarkan yang tiada bermanfaat bagi dia, tangannya sering memegang perempuan yang bukan mahram, mengambil barang yang bukan miliknya dan lain sebagainya.

Air mata adalah suatu gambaran dimana jiwa kita menyesali perbuatan yang telah lalu, maka menangislah jika itu perlu, menangis bukan menandakan kamu lemah kawan justru sebaliknya kamu siap dengan jalan yang lebih baik, jalan yang dimana tidak akan beristirahat lagi, jalan dimana para Rasul dan Nabi membelanya dengan nyawa dan tenaga mereka.

“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Q.s Az-Zumar : 53

Ditulis Oleh : Muhammad Rais Fadillah

Islam tapi enggak mau sholat, piye toh?, tapi banyak orang-orang yang diluar sana memang seperti itu keadaannya, penulis mempunyai banyak teman yang seperti itu,tetapi itu bukan alasan bagi penulis untuk tidak mendakwahi mereka perihal sholat, dakwah tetap harus berjalan. Penulis rada aneh juga sih dengan tipikal orang yang satu nih,Ketika ditanya”Apa Kamu Islam?, malah dengan bangga memperlihatkan KTP-nya dengan status agama Islam, emang loe kira sahabat punya KTP?, dilain kesempatan penulis mengajak teman teman dengan tipikal orang seperti ini, tetapi kata mereka” Titip Salam ye.. buat Allah”,iya, salamnya sih nyampe sama Allah tapi kamu-nya nanti yang enggak tahu kemana”kata penulis kala itu. Dilain waktu juga teman penulis mengatakan “ Allah itu kan Maha Pengampun”, cape deh… yah begitulah gambarannya.

Teringat kala penulis berpikiran sama seperti mereka, yah kurang lebih seperti yang diterangkan diatas(Semoga Engkau Mengampuni Hamba-Mu ini, Ya Allah). Ketika ada panggilan sholat, penulis uring-uringan saja dirumah, dengan santainya sambil mendengarkan lagu, penulis tidak tahu apa yang harus penulis katakan dihadapan Allah jika sedetik kemudian penulis benar benar “dipanggil” sama Allah.

Mari kita berpikir sejenak “Ketika orang tua kita memanggil kita, tetapi kitanya enggak bergeming atau pura-pura tidak dengar, maka ada teriakan yang lebih keras dari orang tua kepada kita, kalo bisa nih yah ,dilempar tuh suatu benda kepada diri kita. Bayangkan kawan itu baru sesama manusia, kalau sama Allah? Bisa dibayangkan deh…

Allah berfirman :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku””
Q.s. Thahaa : 14

 

Ditulis oleh : Muhammad Rais Fadillah


Senin, 13 April 2015

Selamat Terinspirasi :)


Kayanya ini bukan dongeng atau main-main saja, ini memang betulan kawan!, welcome to the reality. Apalagi kalau ada diskon besar-besaran pengunjung pun rela tuh berdesak-desakkan dengan suasana yang pengap dan sumpek demi memborong barang diskon,”Mumpung masih diskon”kata mereka, banyak juga yang mereka beli tidak sesuai dengan keperluan sehari-hari, ini kan namanya boros? Bahkan mereka menghabiskan waktu yang lama demi didalam Mall dan mendapatkan barang diskon, dan parahnya lagi mereka adalah beragam islam.  aduh….

Mari kita lihat masjid, sepi rasanya, macam padang pasir saja. Yang ada hanya segelintir orang ,itupun orang yang berumur(maksudnya sudah tua), terus kemanakah anak mudanya? Yah pergi ke Mall dan tempat-tempat maksiat yang lain. Apa mereka udah kelebihan pahala yah?, bukannya untuk mempersiapakan hidup setelah kematian, tetapi malah berfoya-foya didunia dan melupakan-Nya.
Padahal Allah berfirman :

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
Q.s. Al Hadiid : 20

Yah dunia itu hina kawan, kamu enggak mau kan membawa kehinaan kedepan Allah? Hehee. Padahal Rasulullah bersabda :


“Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-mesjidnya”
HR. Muslim

Ditulis oleh : Muhammad Rais Fadillah


Nafsu, satu kata menyebabkan banyak sekali kebinasaan,kenapa?. Karna nafsu menutupi akal rasional dan nafsu juga menutupi mata hati, memang semua manusia mempunyai apa yang namanya nafsu, berpotensi agar manusia melakukan kesalahan dan dosa disisi lain bekal yang Allah berikan ini adalah untuk menghamba kepada-Nya dengan sempurna.
Dewasa ini manusia zaman sekarang bukan hanya menjadi budak dari nafsunya tetapi me”raja”kan hawa nafsunya, sehingga ia tertutupi dari rambu-rambu agama, ia tidak dapat membedakan lagi yang mana yang halal dan haram, yang mana haq dan bathil.

Allah berfirman :
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.”
Q.s. Saad : 26

Yah, nafsu harus dilawan sobat cahaya islam, bahkan lebih besar lawannya daripada jihad di medan pertempuran, jihad melawan hawa nafsu adalah melawan diri mu sendiri, maka perlu ada kemauan dan tekad yang besar. Tetapi banyak dari mereka memperturutkan hawa nafsunya , contohnya : meninggalkan sholat, menunda memakai hijab, dan menunda menikah padahal ia masih aja menjajaki pacaran. Contoh dampak negative tuh

Ditulis oleh : Muhammad Rais Fadillah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Feature 3

Feature 2

Popular Posts